Judul : Persepsi Gangguan Jiwa
NIM. : 151001091
Oleh : Wiece trisna H
Pembimbing : Iswanto Karso, MSc.RN
Pendahuluan : Orang dengan gangguan jiwa. Banyak orang ketika mendengar kata gangguan jiwa, yang di fikirkan ialah mengenai seseorang yang
berperilaku dan berpenampilan tidak seperti umumnya orang normal atau aneh. Orang dengan gangguan jiwa tidak memikirkan apa yang dilakukan tersebut seperti berbicara sendiri waktu berjalan,membuka semua pakaiannya di depan umum, bertingah tidak wajar, berbicara nglantur dan lain-lain. Gangguan jiwa biasanya di akibatkan oleh stress yang tak kunjung sembuh.
Isi : Definisi Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa adalah gangguan pada satu atau lebih fungsi jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya (Stuart & Sundeen, 1998). Gangguan jiwa dapat mengenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial dan ekonomi. Banyak tokoh jenius yang mengalami gangguan kejiwaan, seperti Abraham Lincoln yang mengalami Depression, Michaelangelo mengalami Autism, Ludwig von Beethoven mengalami Bipolar Disorder, Charles Darwin mengalami Agoraphobia, Leo Tolstoy mengalami Depression. Gangguan jiwa bukan disebabkan oleh kelemahan pribadi. Di masyarakat banyak beredar kepercayaan atau mitos yang salah mengenai gangguan jiwa, ada yang percaya bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh gangguan roh jahat, ada yang menuduh bahwa itu akibat guna-guna, karena kutukan atau hukuman atas dosanya. Kepercayaan yang salah ini hanya akan merugikan penderita dan keluarganya karena pengidap gangguan jiwa tidak mendapat pengobatan secara cepat dan tepat (Notosoedirjo, 2005).
Penyebab gangguan jiwa: 1. Faktor Organobiologi seperti faktor keturunan (genetik).
2. Faktor Psikologis seperti adanya mood yang labil.
3. Faktor Lingkungan (Sosial) baik itu di lingkungan terdekat kita yaitu keluarga.
Tanda dan gejala gangguang jiwa :
Halusinasi yaitu pengalaman panca indra tanpa ada rangsangan.
Merasa depresi, sedih atau stress tingkat tinggi secara terus-menerus.
Paranoid (cemas/takut) pada hal-hal biasa.
Memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri.
Memiliki emosi atau perasaan yang mudah berubah-ubah.
Pola tidur terjadi perubahan tidak seperti biasa.
Kontak emosional amat miskin, sukar diajak bicara, pendiam.
Sulit dalam berpikir abstrak.
Klasifikasi Gangguan Jiwa
a. F Gangguan Mental Organik, termasuk Gangguan Mental Simtomatik
Gangguan mental organic = gangguan mental yang berkaitan dengan penyakit/gangguan sistemik atau otak. Gangguan mental simtomatik = pengaruh terhadap otak merupakan akibat sekunder penyakit/gangguuan sistemik di luar otak.
Gambaran utama:
Gangguan fungsi kongnitif
Gangguan sensorium – kesadaran, perhatian
Sindrom dengan manifestasi yang menonjol dalam bidang persepsi (halusinasi), isi pikir (waham), mood dan emosi
b. Fl Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Alkohol dan Zat Psikoaktif Lainnya
c. F2 Skizofrenia, Gangguan Skizotipal dan Gangguan Waham.
d. F3 Gangguan Suasana Perasaan (Mood [Afektif])
Kelainan fundamental perubahan suasana perasaan (mood) atau afek, biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas), atau kearah elasi (suasana perasaan yang meningkat).
e. F4 Gangguan Neurotik, Gangguan Somatoform dan Gangguan Terkait Stres
f. F5 Sindrom Perilaku yang Berhubungan dengan Gangguan Fisiologis dan Faktor Fisik
g. F6 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa dewasa
Kondisi klinis bermakna dan pola perilaku cenderung menetap, dan merupakan ekspresi pola hidup yang khas dari seseorang dan cara berhubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.
h. F7 Retardasi Mental
Keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya ketrampilan selama masa perkembangan,
i. F8 Gangguan Perkembangan Psikologis
Gambaran umum
Onset bervariasi selama masa bayi atau kanak-kanak
Adanya hendaya atau keterlambatan perkembangan fungsi-fungsi yang berhubungan erat dengan kematangan biologis susunan saraf pusat
Berlangsung terus-menerus tanpa remisi dan kekambuhan yang khas bagi banyak gangguan jiwa pada sebagian besar kasus,
j. F9 Gangguan Perilaku dan Emosional dengan Onset Biasanya Pada Masa Kanak dan Remaja.
C) Hubungan Antara Organobiologis, Psikopatologis dan Sosiokultural pada Gangguan Jiwa
1. Organobiologis
Manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakan juga secara organobioliologis, psychoeducative, sosiocultural. Dalam mencari penyebab gangguan jiwa, maka ketiga unsur ini harus diperhatikan. Yang mengalami sakit dan menderita ialah manusia seutuhnya dan bukan hanya badannya, jiwanya atau lingkungannya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku manusia ialah keturunan, umur, jenis kelamin, keadaan badaniah, keadaan psikologik, keluarga, adat-istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan, kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasa permusuhan, hubungan antar amanusia, dan sebagainya.
Gangguan jiwa dipengaruhi oleh banyak factor, Dr. dr. Luh Ketut Suryani mengungkapkan bahwa gangguan jiwa dapat terjadi karena tiga faktor yang bekerjasama yaitu faktor biologik, psikologik, dan sosiobudaya. Biarpun gejala umum atau gejala yang menonjol itu terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (organobiologis), di lingkungan social (sociokultural) ataupun psikologis dan pendidikan (psychoeducative). Biasanya tidak terdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur itu yang saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalu timbulah gangguan badan ataupun jiwa. Umpamanya seorang dengan depresi, karena kurang makan dan tidur daya tahan badaniah seorang berkurang sehingga mengalami peradangan tenggorokan atau seorang dengan mania yang berperilaku sangat aktif mendapat kecelakaan. Sebaliknya seorang dengan penyakit badaniah umpamanya peradangan yang melemahkan, maka daya tahan psikologiknya pun menurun sehingga ia mungkin mengalami depresi.
Sudah lama diketahui juga, bahwa penyakit pada otak sering mengakibatkan gangguan jiwa. Contoh lain ialah seorang anak yang mengalami gangguan otak (karena trauma kelahiran, peradangan) kemudian menjadi banyak tingkah (hiperkinetik) dan suka rdiasuh. Ia mempengaruhi lingkungannya, terutama orang tua dan anggota lain serumah. Mereka ini bereaksi terhadapnya dan mereka saling mempengaruhi. Sumber penyebab:
Genetik (heredity). Adanya kromosom tertentu yang membawa sifat gangguan jiwa (khususnya pada skizofrenia). Hal ini telah dipelajari pada penelitian anak kembar, dimana pada anak kembar monozigot (satu sel telur) kemungkinan terjadinya skizofrenia persentase tertinggi (86, 2 %), sedangkan pada anak kembardengan dua sel telur (heterozigot) kemungkinannya hanya 14, 5%.
Bentuk tubuh (konstitusi) Kretschmer (1925) dan Sheldon (1942), meneliti tentang adanya hubungan antara bentuk tubuh dengan emosi, temperament,dan kepribadian(personality). Contoh : Orang yang berbadan gemuk emosinya cendrung meledak- ledak, ia bisa lompat kegirangan ketika mendapat hal yang menyenangkan baginya dan sebaliknya.
Terganggunya otak secara organic. Contoh : Tumor, trauma (bisa disebabkan karena gagar otak yang pernah dialami karena kecelakaan), infeksi, gangguan vaskuler, gangguan metabolisme, toksin dan gangguan cogenital dari otak
Pengaruh cacat congenital. Contoh: Down Syndrome (mongoloid)
Pengaruh neurotrasmiter Yaitu suatu zat kimia yang terdapat diotak yang berfungsi sebagai pengantar implus antar neuron (sel saraf) yang sangat terkaitdengan penelitian berbagai macam obat-obatan yang bekerja pada susunan saraf Contoh: Perubahan aktivitas mental, emosi, dan perilaku yangdisebabkan akibat pemakaian zat psikoaktif
Neroanatomi
Neurofisiologi
Neurokimia
Tingkat kematangan dan perkembangan organik
Faktor-faktor pre dan peri-natal
2. Faktor-faktor psikopatologi
Psikopatologi adalah lapangan psikologi yang berhubungan kelainan atau hambatan kepribadian yang menyangkut proses dan isi kejiwaan. Dalam psikopatologi dikenal tiga golongan besar kelainan atau hambatan kepribadian yaitu:
a. Psikosa
Psikosa ialah gangguan kejiwaan yang meliputi keseluruhan kepribadian seseorang, sehingga orang yang mengalami tidak bisa lagi menyesuaikan diri dalam norma-norma yang wajar dan berlaku umum. Psikosa umumnya terbagi dalam dua golongan besar yaitu:
1) Psikosa fungsionali. Faktor penyebabnya terletak pada aspek kejiwaan, disebabkan karena sesuatu yang berhubungan dengan bakat keturunan, bisa juga disebabkan oleh perkembangan atau pengalaman yang terjadi selama sejarah kehidupan seseorang
2) Psikosa organik Disebabkan oleh kelainan atau gangguan pada aspek tubuh, kalau jelas sebab-sebab dari suatu psikosa fungsional adalah hal-hal yang berkembang dalam jiwa seseorang.
b. Psikoneurosa
Psikoneurosa atau dengan singkat dapat disebutkan neurosa saja, adalah gangguan yang terjadi hanya pada sebagian daripada kepribadian, sehingga orang-orang yangmengalaminya masih bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan biasa atau masih bisa belajar dan jarang memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.
c. Psikopat
Golongan ketiga ini merupakan hambatan kejiwaan yang menyebabkan kesulitan penyesuaian diri atau timbul ketidakmauan untuk mengikuti norma-norma yang ada dilingkungan. Karena itu istilah psikopati sering disinonimkan sosiopsikopati. Penderita memperlihatkan adanya sikap egosentris yang besar, seolah-olah patokan untuk semua perbuatan adalah dirinya sendiri saja. Ciri lain adalah keinginan untuk menguntungkan diri sendiri tanpa memperdulikan oleh pihak lain. Dalam bentuk yang ringan, gangguan kejiwaan seperti di atas disebut character disorder yang dapat kita lihat misalnya pada seseorang yang eksentrik yang berdandan sesuai dengan seleranya sendiri tanpa memerlukan apakah dandannya itu akan menjadi bahan tertawaan atau tidak. Gejala yang diperlihatkan oleh seseorang merupakan perwujudan dari pengalaman yang lampau yaitu pengalaman masa bayi sampai dewasa.Faktor psikologik disini dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Hubungan intrapersonal
Inteligensi
Keterampilan
Bakat dan minat
KepribadianSalah satu hal yang terpenting yang tidak jarang bereaksi secara patologis disini adalah faktor dari kepribadian individu itu sendiri, hal ini disebabkan karena pengaruh dalam perkembangannya berlaian bagi setiap individu, sehingga terkadang pola penyesuaiannya berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.
2) Hubungan interpersonal
Interaksi antara kedua orang tua dengan anaknya
Orang tua yang overprotektif
Orang tua yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri
Peran ayah dalam keluarga
Persaingan antar saudara kandung
Kelahiran anak yang tidak diharapkan
3. Faktor-faktor sosiokultural
Gangguan jiwa yang terjadi di berbagai negara mempunyai perbedaan terutama mengenai pola perilakunya. Karakteristik suatu psikosis dalam suatu sosio-budaya tertentu berbeda dengan budaya lainnya. Adanya perbedaan satu budaya dengan budaya yang lainnya,menurut Zubin, 1969, merupakan salah satu faktor terjadinya perbedaan distribusi dan tipe gangguan jiwa. Begitu pula Maretzki dan Nelson, 1969, mengatakan bahwa alkulturasi dapat menyebabkan pola kepribadian berubah dan terlihat pada psikopatologinya. Pendapat ini didukung pernyataan Favazza (1980) yang menyatakan perubahan budaya yang cepat seperti identifikasi, kompetisi, alkulturasi dan penyesuaian dapat menimbulkan gangguan jiwa. Selain itu, status sosial ekonomi juga berpengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa Goodman (1983) yang meneliti status ekonomi menyatakan bahwa penderita yang dengan status ekonomi rendah erat hubungannya dengan prevalensi gangguan afektif danalkoholisma. (litbang)
Pengaruh rasial, Contoh: Adanya pengucilan pada warga berkulit hitam di negara Eropa
Golongan minoritas , Contoh: Pengucilan terhadap seseorang atau sekelompok orang yangmenderita penyakit HIV
Masalah nilai-nilai yang ada dalam masyarakat
Masalah ekonomi, Contoh: Karena selalu hidup dalam kekurangan seorang ibu menganiya anaknya
Masalah pekerjaan
Bencana alam
Perang, Contoh: karena perang yang berkepanjangan seorang anak menjadi stress
Faktor agama atau religius baik masalah intra agama ataupun inter agama, Contoh:Perasaan bingung dalam keyakinan yang dialami seorang anak karena perbedaan keyakinan dari orang tuanya
Kestabilan keluarga
Keluarga-keluarga dengan kondisi tertentu berpotensi untuk memilki anggota gangguan jiwa.Sehingga dalam berkeluarga perlu mencari ilmu untuk menentukan strategi yang diterapkan dalam mencapai visi atau tujuan keluarga. Potensi-potensi tersebut adalah :
o Tidak ada nilai agama di rumah tangga
o Orang tua pengangguran atau tidak ada penaggung jawab ekonomi
o Kemiskinan
o Ada anggota yang melakukan Kriminalitas
o Kekerasan di rumah tangga
o Lingkungan yang buruk
o Sering ada pertengkaran
o Tidak ada komunikasi
o salah satu anggota menggunakan NAPZA
o Tidak ada model Pola mengasuh anak
Kesimpulan : Secara lebih rinci, gangguan jiwa bisa dimaknai sebagai suatu kondisi medis dimana terdapat gejala atau terjadinya gangguan patofisiologis yang menganggu kehidupan sosial, akademis dan pekerjaan. Gangguan tersebut bisa berbentuk apa saja yang beresiko terhadap pribadi seseorang dan lingkungan sekitarnya. Contoh ekstrim yang sering kita lihat dari gangguan jiwa ini adalah mereka yang menderita skizophrenia. Mereka sering bicara sendiri, tertawa sendiri, cepat tersinggung atau marah sehingga tidak bisa ikut dalam kegiatan sosial. Contoh gangguan jiwa ringan yang sebenarnya banyak terjadi, namun sering dianggap masalah sepele adalah phobia. Takut ketinggian atau acrophobia misalnya, sebenarnya masalah sepele, namun akan berdampak negatif apabila si penderita diharuskan untuk bekerja di tempat yang tinggi. Misal si penderita menjadi pegawai di sebuah perusahaan yang kantornya ada di lantai 8 sebuah gedung. Ada penderita phobia yang harus rela kehilangan pekerjaan yang sebenarnya sangat ia impikan karena masalah seperti tadi. Kasus seperti ini juga contoh dari efek negatif gangguan jiwa terhadap diri sendiri.
Mereka yang menderita gangguan jiwa berat seperti depresi sudah pasti menghadapi perkara hidup yang lebih sulit dibandingkan orang yang masih normal. Orang depresi bisa saja kehilangan pekerjaan, diejek, diintimidasi, dihina, yang berakhir pada kehilangan kepercayaan dirinya, kehilangan harta, kehilangan keluarga bahkan banyak yang kehilangan nyawanya karena bunuh diri. Untuk mengetahui apakah seseorang punya masalah kejiwaan, bisa dimulai dengan bertanya “apakah saya hidup normal seperti orang di lingkungan saya, apa ada perilaku saya yang menyimpang, merusak, atau merugikan diri sendiri dan orang lain?”. Diagnosa gangguan jiwa oleh dokter juga umumnya berdasarkan wawancara dengan pasien dan keluarganya. Beberapa negara maju juga telah memasukkan serangkaian pemeriksaan otak (scan) dan pemeriksaan zat kimia tubuh untuk memberikan diagnosa gangguan jiwa.
Randomku
Entri Populer
-
BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Metabolisme Makhluk multiseluler, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun atas jutaan sel. Tiap s...
-
KUN ANTA *Not 2 3 4/ 4/ 4/ 4/ 4/ 5 4/ 3 2 3 3 3 2 3 3 4/ 3 2 7 2.. 4/ 3 2 7 2 2 3 4/ 4/ 4/ 4/ 4/ 5 4/ 3 2 3 3 3 2 3 3 4/ 3...
-
Judul : Persepsi Gangguan Jiwa NIM. : 151001091 Oleh : Wiece trisna H Pembimbing : Iswanto Karso, MSc.RN Pendahuluan : ...
-
Perkembangan Internet… Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung ap...
Rabu, 22 Juni 2016
Selasa, 19 Januari 2016
Internet
Perkembangan Internet…
Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet.
Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik).
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960.Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.
Perkembangan Internet memberikan pengaruh…
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu
- Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
- Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
- Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
- Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai
sebuah bisnis elektronik (electronic commerce), pemilikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.
http://zeprikuswandi.blogspot.co.id/2011/01/artikel-tentang-internet.html?m=1
Jumat, 01 Januari 2016
Metabolisme
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metabolisme
Makhluk multiseluler, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun atas jutaan sel. Tiap sel memiliki fungsi tertentu untuk kelangsungan hidup suatu organisme. Untuk menjalankan fungsinya, sel melakukan proses metabolisme. Metabolisme adalah reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sel.Reaksi kimia ini akan mengubah suatu zat menjadi zat lain.
Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme melibatkan banyak komponen (molekul –molekul) yang terdapat di dalam sel. Komponen yang memiliki keterkaitan erat dengan metabolisme diantaranya enzim dan ATP.
B. meolekul Yang Terlibat Dalam Metabolisme
I. Enzim
Enzim merupakan senyawa protein yang berfungsi sebagai biokatalisator yang di hasilkan di dalam sel. Komponen enzim terdiri dari:
1. Apoenzim, yaitu bagian enzim yang tersusun dari protein, yang akan rusak bila suhu terlampau panas (termolabil).
2. Gugus Prostetik (Kofaktor), yaitu bagian enzim yang tidak tersusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam atau molekul-molekul organik yang disebut koenzim. Molekul gugus prostetik lebih kecil dan tahan panas (termostabil), ion-ion logam yang menjadi kofaktor berperan sebagai stabilisator agar enzim tetap aktif. Koenzim yang terkenal pada rantai pengangkutan elektron (respirasi sel), yaitu NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotida), FAD (Flavin Adenin Dinukleotida), SITOKROM.
Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Walaupun enzim dibuat di dalam sel, tetapi untuk bertindak sebagai katalis tidak harus berada di dalam sel. Reaksi yang dikendalikan oleh enzim antara lain ialah respirasi, pertumbuhan dan perkembangan,kontraksi otot, fotosintesis, fiksasi, nitrogen, dan pencernaan.
Enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut:
1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
2. Thermolabil, mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60ยบ C, karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.
5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase, maltase.
6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak.
lipase
Lemak + H2O ———————————> Asam lemak + Gliserol
7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Seperti gembok dengan kunci.
8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.
Cara kerja enzim ada dua macam yaitu dengan model kunci gembok dan kecocokan terinduksi.
a. Kunci gembok (lock and key)
Enzim dimisalkan sebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan substract. Bagian tersebut disebut sisi aktif. Substrat dimisalkan sebagai kunci karena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim (gembok)
b. Kecocokan terinduksi (induced fit)
Pada model ini, penempelan substrat pada sisi aktif enzim akan menginduksi perubahan sisi aktif enzim menjadi sesuai dengan bentuk substrat.
Faktor yang mempengaruhi kerja enzim
1. Temperatur
2. Perubahan PH
3. Konsentrasi Enzim dan Substrat
4. Inhibitor Enzim
II. ATP (Adenosin Tri Phosphat)
Molekul ATP adalah molekul berenergi tinggi. Merupakan ikatan tiga molekulfosfat dengan senyawa Adenosin. Ikatan kimianya labil, mudah melepaskan gugus fosfatnya meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi.Perubahan ATP menjadi ADP (Adenosin Tri Phosphat) diikuti dengan pembebasan energi sebanyak 7,3 kalori/mol ATP. Peristiwa perubahan ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik.
http://IamIceCreamLovermakalahmetabolismesel.htm
C. Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2,yaitu:
1) Katabolisme
Katabolisme adalah proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana.Proses ini menghasilkan enefgi yang dapat digunakan oleh makhluk hidup sehingga reaksi eksergonik.Contoh proses katabolisme pada makhluk hidup adalah respirasi sel.Respirasi sel merupakan salah satu bentuk proses katabolisme yang menguraikan senyawa organic kompleks menjadi senyawa-senyawa sederhana.Proses respirasi sel berlangsung didalam mitokondria.
Berdasarkan kebutuhan kebutuhan oksigen,respirasi dibedakn menjadi dua macam,yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob :
a) Respirasi aerob :respirasi yang memerlukan oksigen dari udara. Proses respirasi aerob mengubah energy kimia yang terkandung dalam sari makanan(glukosa) menjadi energy kimia dalam bentuk ATP.
Berdasarkan jalur reaksinya respirasi aerob dibedakan menjadi 2 macam berikut :
a. Respirasi aerob melalui jalur siklus krebs
Respirasi aerob melalui jalur siklus krebs memiliki 4 tahap yaitu Glikolisi, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan sistem transport elektron.
Glikolisis :
Merupakan prroses pengubahan molekul glukosa menjadi asam pirufat dengn menghasilkan NADH dan ATP. Glikolisis terjadi di sitosol. Dalam glikolisis, satu molekul akan menghasilkn 2 asam pirufat, 2 NADH, dan 2 ATP. Secara singkat persamaan reaksinya :
Glukosa + 2 ADP + 2 P + 2 NAD 2 Asam Pirufat + 2 ATP + 2 NADH
Asam pirufat selanjutnya memasuki tahap dekarboksilasi oksidatif di dalam mitokondria.
Dikenal sebagai Reaksi Embden dan Meyerhoff
Dekarboksilasi Oksidatif atau pembentukan Asetil Co-A
Pada tahap ini asam piruvat di ubah menjadi Asetil Co-A dengan menghasilkan NADH dan melepaskan CO2. Pada organisme eukariotik, dekarboksilasi oksidatif berlngsung dalam matriks mitokondria. Pada organize prokariotik, tahap tersebut berlangsung dalam sitosol (cairan sitoplasma sel). Reaksi dekarboksidasi oksidatif sebagai berikut.
2NAD+ 2NADH
2C3H4O3 + 2COA 2C2H3 O-COA + 2CO2
Asam piruvat Co-enzim A Asetil Co-A Karbon dioksida
• Berlangsung pada matriks mitokondria
• Mengubah asam piruvat (3C) menjadi Asetil Ko-A (2C)
• Dihasilkan energi sebesar 2 ATP dan 2 NADH untuk setiap molekul glukosa
Siklus Krebs :
Siklus Krebs berfungsi menghasilkan energy dan berbagai senyawa antara yang akan digunakan untuk sintesis senyawa lain. Tahap ini berlangsung di dalam matriks mitokondria. Dari 2 Asetil Co-A yang masuk siklus akan menghasilkan 4 CO2, 2ATP, 6 NADH, dan 2FADH2.
Rantai Pengangkutan Elektron :
Setiap transport electron berfungsi mengoksidasi NADH dan FADH2 dari tahap sebelumnya. Tahap ini berlangsung di membran dalam mitokondria. Electron dan Hidrogen dari senyawa yang tergabung dalam NADH dan FADH2 dialirkan melalui senyawa penerima electron seperti NAD, FAD, koenzim Q, dan sitokrom. Oksigen berfungsi sebagai penerima electron terakhir pada proses tersebut. Selanjutnya, oksigen bergabung dengan H+ membentuk H2O. setiap perpindahan electron yang terjadi, energy yang terlepas digunakan untuk membentuk ATP. Pembentukan ATP dalam sistem transport electron terjadi melalui reaksi fosforilasi oksidatif. Oksidasi 1 NADH menghasilkan 3 ATP, Oksidasi 1 FADH menghasilkan 2 ATP. Ada perbedaan antara jumlah ATP yang dihasilkan organisme eukariotik dan prokariotik. Pada organisme eukariotik, oksidasi NADH dan FADH2 terjadi dalam membran mitokondria. Namun, NADH hasil glikolisis dibentuk dalam sitosol. Akibatnya, NADH tersebut harus dimasukan kedalam mitikondria. Pepindahan 2 NADH hasil glikolisis tersebut memerlukan 2 ATP. Dengan demikian, jumlah total ATP yang dihasilkan sebanyak 36.
b. Respirasi Aerob Melalui Jalur Pentosa Fosfat
Jalur pentose fosfat merupakan salah satu cara untuk mendapatkan energi dari oksidasi gula menjadi karbon dioksida dan air. Pada jalur pentose fosfat dihasilkan CO2 dan 2 NADFH2. selanjutnya, NADFH2 dioksidasi dalam sistem transport elektron. Pada jalur tersebut senyawa antara yang terbentuk yang berupa gula.
b) Respirasi Anerob
Respirasi Anaerob merupakan respirasi yang tindak memerlukan oksigen. Respirasi anaerob disebut pula respirasi intramolekul. Reaksi-reaksi yang terjadi serta organel yang berperan dalam repirasi anaerop sama seperti pada respirasi aerob. Namun, dalam respirasi anaerob peran oksigen di gantikan oleh zat lain, contoh NO3 dan SO4. Energi yang dihasilkan dalam respirasi anaerob lebih sedikit daripada respirasi aerob. Respirasi anaerob hanya dapat di lakukan oleh mikoorganisme tertentu, missal bakteri. Respirasi anaerob merupakan reaksi fermentasi. Fermentasi adalah proses penguraian karbohidrat menjadi senyawa lain tanpa bantuan oksigen. Fermentasi terdiri dari 2 tahap, yaitu glikolisis dan pembentukan NAD+. Pada proses ini asam pirupat hasil glikolisis tidak di ubah menjadi asetil Co-A, tetapi di reduksi menjadi senyawa lain dengan bantun NADH.
Perbedaan antara fermentasi dan respirasi aerob terleak pada organ yang berperan. Fermentasi tidak melibatkan mitrokondria, sedangkan respirasi anaerob melibatkan mitrikondria. Satu molekul glukosa yang di fermentasikan menghasilkan 2 ATP. Fermentasi dibedakan menjadi 2 macam
a. Fermentasi Asam Laktat
fermentasi asam laktat mengunakan bahan baku berupa asam pirufat dari hasil glikolisi menghasilkan asam laktat dan ATP. Proses ini terjadi pada sel-sel otot. Timbunan asam laktat yang berlebihan dapat mengakibatkan otot terasa lelah dan nyeri.
b. Fermentasi Alkohol
fermentasi alcohol merupakan bahan baku berupa asam firufat dari hasil glikolisis menghasilkan etanol, CO2, dan ATP. Fermentasi alcohol disebut juga peragian alkohol atau alkoholisasi. Fermentasi ini terjadi pada khamir atau yeast (Saccharomyces sp).
2) Anabolisme
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C)
energi cahaya
6CO2+6H2O———————————>C6H1206+602
klorofil (energy kimia ) glukosa
Fotosintesis
Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu
Yang digunakan dalam proses fotosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis.
Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.
PigmenFotosintesis
Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen fotosintetik. Di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang, pada keduanya mengandung kloroplast yang mengandung klorofil / pigmen hijau yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi cahaya matahari.
Dilihat dari strukturnya, kloroplas terdiri atas membran ganda yang melingkupi ruangan yang berisi cairan yang disebut stroma. Membran tersebut membentak suatu sistem membran tilakoid yang berwujud sebagai suatu bangunan yang disebut kantung tilakoid. Kantung-kantung tilakoid tersebut dapat berlapis-lapis dan membentak apa yang disebut grana Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid, sedang pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintetis berlangsung di stroma.
a. Reaksi terang
Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang). Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang berupa ATP atau NADPH. Molekul pigmen dan protein yang melakukan reaksi terang ditemukan dalam membrane tilakoid dan termasuk molekul-molekul dari dua fotosistem dan rantai transpor electron.
b. Reaksi gelap (Siklus Calvin )
H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2, sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Peristiwa ini disebut reaksi gelap. Siklus Calvin yang terjadi dalam stroma kloroplas, menggunakan ATP dan NADPH untuk mengubah CO2 menjadi karbohidrat. Produk langsung dari siklus Calvin adalah gula berkarbon-tiga gliseraldehida 3-fosfat(G3P), enzim dalam kloroplas dan sitosol mengubah gula kecil ini menjadibermacam macam senyawa organic lainya. Siklus Calvinmengembalikan ADP,fosfat organik dan NADPH+ ke reaksi terang.
( Kusumawati,Rohana.2013.Biologi.Klaten:Inta Pariwara)
BAB IV
PENUTUP
1. Simpulan
Metabolism merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia didalam organisme dalam sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan pengurai (katabolisme) molekul organic komplek. Metabolism biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme.
• Katablisme yaitu reaksi yang mengurai molekul senyawa organic unruk mendapatkan energy
• Anaboisme yaitu reaksi yang merangkai senyawa organic dari molekul-molekul tertentu, untuk diserap oleh sel tubuh.
2. saran
Dengan membaca makalah ini, pembaca disarankan agar bisa mengambil manfaat akan pentingnya metabolisme sel dan diharapkan dapat dimengerti.
DAFTAR PUSTAKA
Kusumawati,Rohana.2013.Biologi.Klaten:Inta Pariwara
http://IamIceCreamLovermakalahmetabolismesel.htm
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metabolisme
Makhluk multiseluler, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun atas jutaan sel. Tiap sel memiliki fungsi tertentu untuk kelangsungan hidup suatu organisme. Untuk menjalankan fungsinya, sel melakukan proses metabolisme. Metabolisme adalah reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sel.Reaksi kimia ini akan mengubah suatu zat menjadi zat lain.
Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme melibatkan banyak komponen (molekul –molekul) yang terdapat di dalam sel. Komponen yang memiliki keterkaitan erat dengan metabolisme diantaranya enzim dan ATP.
B. meolekul Yang Terlibat Dalam Metabolisme
I. Enzim
Enzim merupakan senyawa protein yang berfungsi sebagai biokatalisator yang di hasilkan di dalam sel. Komponen enzim terdiri dari:
1. Apoenzim, yaitu bagian enzim yang tersusun dari protein, yang akan rusak bila suhu terlampau panas (termolabil).
2. Gugus Prostetik (Kofaktor), yaitu bagian enzim yang tidak tersusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam atau molekul-molekul organik yang disebut koenzim. Molekul gugus prostetik lebih kecil dan tahan panas (termostabil), ion-ion logam yang menjadi kofaktor berperan sebagai stabilisator agar enzim tetap aktif. Koenzim yang terkenal pada rantai pengangkutan elektron (respirasi sel), yaitu NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotida), FAD (Flavin Adenin Dinukleotida), SITOKROM.
Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Walaupun enzim dibuat di dalam sel, tetapi untuk bertindak sebagai katalis tidak harus berada di dalam sel. Reaksi yang dikendalikan oleh enzim antara lain ialah respirasi, pertumbuhan dan perkembangan,kontraksi otot, fotosintesis, fiksasi, nitrogen, dan pencernaan.
Enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut:
1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
2. Thermolabil, mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60ยบ C, karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.
5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase, maltase.
6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak.
lipase
Lemak + H2O ———————————> Asam lemak + Gliserol
7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Seperti gembok dengan kunci.
8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.
Cara kerja enzim ada dua macam yaitu dengan model kunci gembok dan kecocokan terinduksi.
a. Kunci gembok (lock and key)
Enzim dimisalkan sebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan substract. Bagian tersebut disebut sisi aktif. Substrat dimisalkan sebagai kunci karena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim (gembok)
b. Kecocokan terinduksi (induced fit)
Pada model ini, penempelan substrat pada sisi aktif enzim akan menginduksi perubahan sisi aktif enzim menjadi sesuai dengan bentuk substrat.
Faktor yang mempengaruhi kerja enzim
1. Temperatur
2. Perubahan PH
3. Konsentrasi Enzim dan Substrat
4. Inhibitor Enzim
II. ATP (Adenosin Tri Phosphat)
Molekul ATP adalah molekul berenergi tinggi. Merupakan ikatan tiga molekulfosfat dengan senyawa Adenosin. Ikatan kimianya labil, mudah melepaskan gugus fosfatnya meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi.Perubahan ATP menjadi ADP (Adenosin Tri Phosphat) diikuti dengan pembebasan energi sebanyak 7,3 kalori/mol ATP. Peristiwa perubahan ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik.
http://IamIceCreamLovermakalahmetabolismesel.htm
C. Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2,yaitu:
1) Katabolisme
Katabolisme adalah proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana.Proses ini menghasilkan enefgi yang dapat digunakan oleh makhluk hidup sehingga reaksi eksergonik.Contoh proses katabolisme pada makhluk hidup adalah respirasi sel.Respirasi sel merupakan salah satu bentuk proses katabolisme yang menguraikan senyawa organic kompleks menjadi senyawa-senyawa sederhana.Proses respirasi sel berlangsung didalam mitokondria.
Berdasarkan kebutuhan kebutuhan oksigen,respirasi dibedakn menjadi dua macam,yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob :
a) Respirasi aerob :respirasi yang memerlukan oksigen dari udara. Proses respirasi aerob mengubah energy kimia yang terkandung dalam sari makanan(glukosa) menjadi energy kimia dalam bentuk ATP.
Berdasarkan jalur reaksinya respirasi aerob dibedakan menjadi 2 macam berikut :
a. Respirasi aerob melalui jalur siklus krebs
Respirasi aerob melalui jalur siklus krebs memiliki 4 tahap yaitu Glikolisi, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan sistem transport elektron.
Glikolisis :
Merupakan prroses pengubahan molekul glukosa menjadi asam pirufat dengn menghasilkan NADH dan ATP. Glikolisis terjadi di sitosol. Dalam glikolisis, satu molekul akan menghasilkn 2 asam pirufat, 2 NADH, dan 2 ATP. Secara singkat persamaan reaksinya :
Glukosa + 2 ADP + 2 P + 2 NAD 2 Asam Pirufat + 2 ATP + 2 NADH
Asam pirufat selanjutnya memasuki tahap dekarboksilasi oksidatif di dalam mitokondria.
Dikenal sebagai Reaksi Embden dan Meyerhoff
Dekarboksilasi Oksidatif atau pembentukan Asetil Co-A
Pada tahap ini asam piruvat di ubah menjadi Asetil Co-A dengan menghasilkan NADH dan melepaskan CO2. Pada organisme eukariotik, dekarboksilasi oksidatif berlngsung dalam matriks mitokondria. Pada organize prokariotik, tahap tersebut berlangsung dalam sitosol (cairan sitoplasma sel). Reaksi dekarboksidasi oksidatif sebagai berikut.
2NAD+ 2NADH
2C3H4O3 + 2COA 2C2H3 O-COA + 2CO2
Asam piruvat Co-enzim A Asetil Co-A Karbon dioksida
• Berlangsung pada matriks mitokondria
• Mengubah asam piruvat (3C) menjadi Asetil Ko-A (2C)
• Dihasilkan energi sebesar 2 ATP dan 2 NADH untuk setiap molekul glukosa
Siklus Krebs :
Siklus Krebs berfungsi menghasilkan energy dan berbagai senyawa antara yang akan digunakan untuk sintesis senyawa lain. Tahap ini berlangsung di dalam matriks mitokondria. Dari 2 Asetil Co-A yang masuk siklus akan menghasilkan 4 CO2, 2ATP, 6 NADH, dan 2FADH2.
Rantai Pengangkutan Elektron :
Setiap transport electron berfungsi mengoksidasi NADH dan FADH2 dari tahap sebelumnya. Tahap ini berlangsung di membran dalam mitokondria. Electron dan Hidrogen dari senyawa yang tergabung dalam NADH dan FADH2 dialirkan melalui senyawa penerima electron seperti NAD, FAD, koenzim Q, dan sitokrom. Oksigen berfungsi sebagai penerima electron terakhir pada proses tersebut. Selanjutnya, oksigen bergabung dengan H+ membentuk H2O. setiap perpindahan electron yang terjadi, energy yang terlepas digunakan untuk membentuk ATP. Pembentukan ATP dalam sistem transport electron terjadi melalui reaksi fosforilasi oksidatif. Oksidasi 1 NADH menghasilkan 3 ATP, Oksidasi 1 FADH menghasilkan 2 ATP. Ada perbedaan antara jumlah ATP yang dihasilkan organisme eukariotik dan prokariotik. Pada organisme eukariotik, oksidasi NADH dan FADH2 terjadi dalam membran mitokondria. Namun, NADH hasil glikolisis dibentuk dalam sitosol. Akibatnya, NADH tersebut harus dimasukan kedalam mitikondria. Pepindahan 2 NADH hasil glikolisis tersebut memerlukan 2 ATP. Dengan demikian, jumlah total ATP yang dihasilkan sebanyak 36.
b. Respirasi Aerob Melalui Jalur Pentosa Fosfat
Jalur pentose fosfat merupakan salah satu cara untuk mendapatkan energi dari oksidasi gula menjadi karbon dioksida dan air. Pada jalur pentose fosfat dihasilkan CO2 dan 2 NADFH2. selanjutnya, NADFH2 dioksidasi dalam sistem transport elektron. Pada jalur tersebut senyawa antara yang terbentuk yang berupa gula.
b) Respirasi Anerob
Respirasi Anaerob merupakan respirasi yang tindak memerlukan oksigen. Respirasi anaerob disebut pula respirasi intramolekul. Reaksi-reaksi yang terjadi serta organel yang berperan dalam repirasi anaerop sama seperti pada respirasi aerob. Namun, dalam respirasi anaerob peran oksigen di gantikan oleh zat lain, contoh NO3 dan SO4. Energi yang dihasilkan dalam respirasi anaerob lebih sedikit daripada respirasi aerob. Respirasi anaerob hanya dapat di lakukan oleh mikoorganisme tertentu, missal bakteri. Respirasi anaerob merupakan reaksi fermentasi. Fermentasi adalah proses penguraian karbohidrat menjadi senyawa lain tanpa bantuan oksigen. Fermentasi terdiri dari 2 tahap, yaitu glikolisis dan pembentukan NAD+. Pada proses ini asam pirupat hasil glikolisis tidak di ubah menjadi asetil Co-A, tetapi di reduksi menjadi senyawa lain dengan bantun NADH.
Perbedaan antara fermentasi dan respirasi aerob terleak pada organ yang berperan. Fermentasi tidak melibatkan mitrokondria, sedangkan respirasi anaerob melibatkan mitrikondria. Satu molekul glukosa yang di fermentasikan menghasilkan 2 ATP. Fermentasi dibedakan menjadi 2 macam
a. Fermentasi Asam Laktat
fermentasi asam laktat mengunakan bahan baku berupa asam pirufat dari hasil glikolisi menghasilkan asam laktat dan ATP. Proses ini terjadi pada sel-sel otot. Timbunan asam laktat yang berlebihan dapat mengakibatkan otot terasa lelah dan nyeri.
b. Fermentasi Alkohol
fermentasi alcohol merupakan bahan baku berupa asam firufat dari hasil glikolisis menghasilkan etanol, CO2, dan ATP. Fermentasi alcohol disebut juga peragian alkohol atau alkoholisasi. Fermentasi ini terjadi pada khamir atau yeast (Saccharomyces sp).
2) Anabolisme
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C)
energi cahaya
6CO2+6H2O———————————>C6H1206+602
klorofil (energy kimia ) glukosa
Fotosintesis
Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu
Yang digunakan dalam proses fotosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis.
Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.
PigmenFotosintesis
Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen fotosintetik. Di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang, pada keduanya mengandung kloroplast yang mengandung klorofil / pigmen hijau yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi cahaya matahari.
Dilihat dari strukturnya, kloroplas terdiri atas membran ganda yang melingkupi ruangan yang berisi cairan yang disebut stroma. Membran tersebut membentak suatu sistem membran tilakoid yang berwujud sebagai suatu bangunan yang disebut kantung tilakoid. Kantung-kantung tilakoid tersebut dapat berlapis-lapis dan membentak apa yang disebut grana Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid, sedang pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintetis berlangsung di stroma.
a. Reaksi terang
Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang). Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang berupa ATP atau NADPH. Molekul pigmen dan protein yang melakukan reaksi terang ditemukan dalam membrane tilakoid dan termasuk molekul-molekul dari dua fotosistem dan rantai transpor electron.
b. Reaksi gelap (Siklus Calvin )
H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2, sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Peristiwa ini disebut reaksi gelap. Siklus Calvin yang terjadi dalam stroma kloroplas, menggunakan ATP dan NADPH untuk mengubah CO2 menjadi karbohidrat. Produk langsung dari siklus Calvin adalah gula berkarbon-tiga gliseraldehida 3-fosfat(G3P), enzim dalam kloroplas dan sitosol mengubah gula kecil ini menjadibermacam macam senyawa organic lainya. Siklus Calvinmengembalikan ADP,fosfat organik dan NADPH+ ke reaksi terang.
( Kusumawati,Rohana.2013.Biologi.Klaten:Inta Pariwara)
BAB IV
PENUTUP
1. Simpulan
Metabolism merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia didalam organisme dalam sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan pengurai (katabolisme) molekul organic komplek. Metabolism biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme.
• Katablisme yaitu reaksi yang mengurai molekul senyawa organic unruk mendapatkan energy
• Anaboisme yaitu reaksi yang merangkai senyawa organic dari molekul-molekul tertentu, untuk diserap oleh sel tubuh.
2. saran
Dengan membaca makalah ini, pembaca disarankan agar bisa mengambil manfaat akan pentingnya metabolisme sel dan diharapkan dapat dimengerti.
DAFTAR PUSTAKA
Kusumawati,Rohana.2013.Biologi.Klaten:Inta Pariwara
http://IamIceCreamLovermakalahmetabolismesel.htm
Kunci Lagu Kun Anta by Hummod Alkhuder
KUN ANTA
*Not2 3 4/ 4/ 4/
4/ 4/ 5 4/ 3 2 3 3 3
2 3 3 4/ 3 2 7 2.. 4/ 3 2 7 2
2 3 4/ 4/ 4/
4/ 4/ 5 4/ 3 2 3 3 3
2 3 3 4/ 3 2 7 2.. 4/ 3 2 3 4/Reff:
4/ 6 4/ 6 4/ 3 2 3 6
4/ 6 4/ 2 3 2
4/ 4/ 3 4/ 4/ 5
5 5 5 6 4/ 2
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala (2x)
5 5 5 5 5 6 4/ 2
Keterangan
4/ = 4 naik setengah
7 = 7 rendah
*Kunci
D G
Bm A
D G
Bm A
Liujarihim, qoldat tu zohiru ma fihim
Pabadautu shakhson a-khar, kai atafa-khar,
Wa zonan tu ana, anni bizalika huztu ghina,
Fawajad tu anni kha-sir, fatilka mazohir,
D A
Bm G
D A
Bm G
La la, La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la, Jauharna huna, Fi qalbi talala,
La la, Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la, Za-ka jamaluna, Yasmu yataa’la
D A
Bm G
D A
Bm G
Kun anta tazdada jamala (2x)
D A
Bm G
D A
Bm G
Illa bima yurdhi-ni, kai urdhi-ni,
Sa akunu ana, mithli tamaman hazana,
Fakona a’ti takfini, za-ka yaqi-ni,
D A
Bm G
D A
Bm G
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
D A
Bm G
D A
Bm G
Kun anta tazdada jamala
Em G D A (4x)
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, ma-li wama liridhohum,
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, lan ardho ana biridhohum
D A
Bm G
D A
Bm G
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna, Fi qalbi talala,
La la, Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna, Yasmu yataa’la
D A
Bm G
D A
Bm G
Kun anta tazdada jamala (2x)
Langganan:
Komentar (Atom)